Jika saya bertanya pada anda, “Ingin sukses cepat atau lambat?”
kebanyakan orang pasti akan menjawab ingin sukses dengan cepat.
Betul?
Namun yang jelas, ada perbedaan antara meraih kesuksesan instan
dengan meraih kesuksesan yang tahan lama.
Kedua jenis kesuksesan ini berbeda.
Ada kalanya orang yang sukses dengan cepat namun tak bertahan lama.
Namun, ada yang meraih sukses secara bertahap tapi sukses seterusnya
Coba imajinasikan sejenak…
Bayangkan jika ada bayi yang yang baru saja dilahirkan tiba-tiba
langsung bisa meloncat dan lari secepat kilat,
apa yang kira-kira ada dalam bayangan anda?
“Ini anak super hebat atau anak superman?”
Ya… saya rasa begitupun dengan kesuksesan.
Ada tahapan-tahapan yang harus anda ACTION-kan
sebelum sukses itu datang.
Atau… apa pernah dengar ada pebisnis yang satu hari buka
kemudian omsetnya langsung besar?
Saya rasa tidak. Ada proses yang dilalui, lika-liku yang dijalani,
sampai kemudian kesuksesan yang diidamkan itu menghampiri.
Ya sebenarnya soal cepat atau lambat itu relatif, sobat.
Namun meraih kesuksesan secara bertahap,
saya pikir adalah cara terbaik untuk sukses. Mengapa?
Sebab anda punya kesempatan untuk melatih tanggung jawab anda.
Semakin sukses anda, semakin besar tanggung jawab yang anda pikul.
Dengan melakukan tahapan-tahapan untuk mencapai sukses yang anda inginkan,
anda bisa melatih tanggung jawab anda.
Ada kalanya orang yang sukses di satu sisi, namun berantakan di sisi lainnya.
Mungkin keluarga terbengkalai atau sisi sosialnya menjadi terabaikan.
Anda pastinya tak ingin itu terjadi bukan?
Menurut saya, kesuksesan sejati adalah sukses dalam semua segi hidup
serta adanya keseimbangan di antara semua itu.
Dengan meraih kesuksesan secara bertahap,
anda bisa belajar untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar
sambil tetap menyeimbangkan sisi-sisi dalam kehidupan anda.
Alasan kedua adalah anda bisa menyiapkan untuk mengantisipasi
hal-hal yang tak diinginkan di kemudian hari.
Sebab hidup itu tak selalu mulus.
Kadang jalan berkerikil atau bahkan jurang yang mungkin ada di depan.
Dengan meraih sukses secara bertahap,
anda bisa menyiapkan “pondasi kesuksesan“ anda.
Sehingga ketika goncangan itu datang, anda siap menghadapinya.
Dan pondasi yang kuat itu dibangun membutuhkan waktu
yang tidak sebentar dan penuh kesabaran.
Sekarang pilihannnya ada pada anda. Ingin kesuksesan yang bagaimana?
sumber : joko susilo
Selasa, 29 Oktober 2013
Senin, 28 Oktober 2013
7 PRINSIP DALAM BERBISNIS
Berbisnis merupakan suatu petualangan yang mengasyikkan.
Banyak hal tak terduga yang bisa terjadi. Baik yang menyenangkan maupun tidak.
Dan sejalan dengan bertambahnya pengalaman dalam berbisnis,
banyak hal penting yang bisa menjadi nasehat dan diambil hikmahnya
bagi anda yang berniat memulai bisnis.
Berikut ini nasehat bisnis yang perlu anda ketahui.
Uang bukan satu-satunya ukuran.
Sekalipun uang itu penting, namun itu bukan satu-satunya
ukuran kesuksesan.Uang itu hanya alat.
Yang lebih utama adalah bagaimana memberikan kebahagiaan buat keluarga anda.
Sukses butuh kesabaran.
Seorang pebisnis yang sukses banyak yang perlu menghabiskan
waktu bertahun-tahun untuk mencapainya.
Dan mereka menjalani itu dengan penuh kesabaran.
Setahap demi setahap sampai tujuan yang diinginkan tercapai.
Selalu ada yang menang dan kalah.
Seperti dalam tiap pertandingan, pasti ada yang kalah dan menang.
Jika pun anda kebetulan jadi sang pemenang,
janganlah terlalu berbangga diri.
Begitupun ketika anda berada di pihak yang kalah,
terimalah itu dan berusahalah mengambil hikmahnya.
Cash is the king.
Jangan terkecoh dengan angka-angka yang ada di atas kertas
dari laporan keuangan usaha anda.
Tapi cari tahu seberapa besar uang cash yang sebenarnya anda miliki.
Fokus.
Fokus akan mengajarkan pada anda bagaimana membuat
bisnis yang anda tekuni semakin baik dari hari ke hari.
Jangan menggantungkan kesuksesan.
Boleh anda bersikap baik pada semua orang,
namun anda hanya perlu mempercayai orang yang patut anda percayai.
Serta jangan pernah menggantungkan kesuksesan anda pada orang lain.
Hidup bukan cuma buat bisnis.
Ada banyak hal bermakna dalam hidup ini selain bisnis.
Seperti bersilaturahmi dengan sanak famili dan teman,
jalan-jalan bersama keluarga,atau ngobrol dengan teman dan tetangga.
Percayalah itu akan membuat hidup anda akan lebih kaya.
Itulah nasehat bisnis yang perlu anda ketahui agar bisa meraih
kehidupan yang lebih bermakna.
Salam ACTION!
sumber : joko susilo.com
Banyak hal tak terduga yang bisa terjadi. Baik yang menyenangkan maupun tidak.
Dan sejalan dengan bertambahnya pengalaman dalam berbisnis,
banyak hal penting yang bisa menjadi nasehat dan diambil hikmahnya
bagi anda yang berniat memulai bisnis.
Berikut ini nasehat bisnis yang perlu anda ketahui.
Uang bukan satu-satunya ukuran.
Sekalipun uang itu penting, namun itu bukan satu-satunya
ukuran kesuksesan.Uang itu hanya alat.
Yang lebih utama adalah bagaimana memberikan kebahagiaan buat keluarga anda.
Sukses butuh kesabaran.
Seorang pebisnis yang sukses banyak yang perlu menghabiskan
waktu bertahun-tahun untuk mencapainya.
Dan mereka menjalani itu dengan penuh kesabaran.
Setahap demi setahap sampai tujuan yang diinginkan tercapai.
Selalu ada yang menang dan kalah.
Seperti dalam tiap pertandingan, pasti ada yang kalah dan menang.
Jika pun anda kebetulan jadi sang pemenang,
janganlah terlalu berbangga diri.
Begitupun ketika anda berada di pihak yang kalah,
terimalah itu dan berusahalah mengambil hikmahnya.
Cash is the king.
Jangan terkecoh dengan angka-angka yang ada di atas kertas
dari laporan keuangan usaha anda.
Tapi cari tahu seberapa besar uang cash yang sebenarnya anda miliki.
Fokus.
Fokus akan mengajarkan pada anda bagaimana membuat
bisnis yang anda tekuni semakin baik dari hari ke hari.
Jangan menggantungkan kesuksesan.
Boleh anda bersikap baik pada semua orang,
namun anda hanya perlu mempercayai orang yang patut anda percayai.
Serta jangan pernah menggantungkan kesuksesan anda pada orang lain.
Hidup bukan cuma buat bisnis.
Ada banyak hal bermakna dalam hidup ini selain bisnis.
Seperti bersilaturahmi dengan sanak famili dan teman,
jalan-jalan bersama keluarga,atau ngobrol dengan teman dan tetangga.
Percayalah itu akan membuat hidup anda akan lebih kaya.
Itulah nasehat bisnis yang perlu anda ketahui agar bisa meraih
kehidupan yang lebih bermakna.
Salam ACTION!
sumber : joko susilo.com
Rabu, 04 September 2013
PERBEDAAN TINTA UV (Ultra Violet) DAN TINTA BIASA
Sering terjadi kerancuan penggunaan dan pemahaman istilah UV dalam
industri cetak, UV sendiri adalah singkatan dari Ultra Violet. Anda
mungkin mempunyai pengalaman, ternyata UV yang dimaksud oleh seseorang
ternyata berbeda dengan UV yang dikemukakan secara harfiah. Ada beberapa
kemungkinan interpretasi UV dalam dunia cetak sehari-hari seperti (1)
cetak menggunakan tinta yang tahan terhadap sinar ultra violet dari
cahaya matahari, (2) tinta cetak yang berpendar saat ditimpa “black
light” – lampu ultra violet, (3) tinta cetak yang digunakan bersama
dengan UV Coated dan (4) tinta cetak yang kering atau “matang” dengan
bantuan lampu ultra violet.
Artian keeempat lebih relevan disebut tinta UV, dimana percetakan menggunakan “UV curing inks” dalam mencetak. Proses UV curing melibatkan polimerisasi atau cross linking dari monomer saat tinta cetak ditimpa sinar ultra violet. Monomer UV mempunyai sensitizer yang menyerap energi sinar UV yang kemudian memicu proses polimerisasi pada monomer. Artikel ini selanjutnya akan menekankan perihal tinta UV.
Tantangan mencetak tinta UV
Mencetak tinta UV, ada banyak aspek yang bisa membuat anda kelabakan dalam memilih kombinasi yang sesuai satu sama lainnya antara jenis tinta terhadap jenis kertas, alat curing dan beragam jenis lampu UV. Mereka semuanya mempunyai spesifikasi dan sifat yang berbeda satu sama lain dan mempunyai keunggulan masing-masing untuk kombinasi yang berbeda. Terlepas dari kelengakapan informasi dari masing-masing supplier atas komponen, maka proses pengalaman dan proses coba-coba diatas mesin banyak memberi pemahaman bagaimana mencetak dengan hasil yang terbaik.
Perbedaan Komposisi Tinta UV dan Tinta Biasa
Terlepas dari usaha coba-coba diatas mesin cetak, maka memahami proses dan material tinta UV akan sangat banyak membantu mengurangi waktu dan biaya. Komponen utama dari tinta biasa adalah resin, pigment/additives dan solvent (pelarut), sementara komponen tinta UV adalah resin, pigment/additives dan monomer. Terlihat jelas disini yang membedakan adal material monomer pada tinta UV, 2 komponen utama lainnya adalah relatif sama.
Resin adalah material pertama yang mempunyai sifat rekat dan fleksibel. Solvent pada tinta biasa dan monomer pada tinta UV berfungsi untuk melarutkan atau memotong resin dan pigmen didalam formula tinta untuk mendapatkan suatu kekentalan yang diinginkan. Solvent dan monomer bekerja bersama-sama dengan resin dalam membentuk ciri kinerja pengeringan dan pematangan lapisan tinta. Material yang terakhir adala serangkaian aditif atau bahan-bahan kimia penambah pigmen untuk warna, flow agents, serbuk pengental (thickening powders), retarders untuk tinta biasa dan catalyst. Untuk tinta UV, catalyst adalah sensitizers atau photoinitiators.
Mekanisme Photoinitaitors
Photoinitiators memicu reaksi yang membuat monomers dan resin bersatu dan mematangkan lapisan tinta. Photo mengacu pada kata cahaya atau sinar, dan initiate berarti memicu. Photoinitiators menyerap energi UV pada panjang gelombang tertentu yang kemudian menyebabkan “free radicals”. Free radicals, dalam proses kimia berarti suatu materi yang sangat reaktif, menghubungkan molekul resins dan monomers, kemudian mereka bersama-sama bersilang kait satu sama lain, membentuk rantai molekul yang umum kita sebut sebagai lapisan tinta yang matang (cured ink film). Ahli kimia menyebut reaksi silang kait ini (cross linking) sebagao polimerisasi.
Tinta UV disebut 100% solid sebab hampir semua yang ada di kandungannya dgunakan habis dalam proses polimerisasi. Sementara tinta biasa tidak demikian, pelarut atau solvents menguap dan lapisan tinta yang kering hanya mengandung sisa penguapann.
Keuntungan Tinta UV
Salah satu keuntungan menonjol dari tinta UV terhadap tinta biasa adalah tidak adanya VOC (volatile organic compounds) dilepas keudara selama proses pengeringan. Sementara tinta biasa akan melepas VOC keudara bersamaan dengan menguapnya pelarut.
Cepatnya proses pengeringan atau pematangan tinta UV adalah keunggulan kedua disebabkan oleh proses polimerisasi yang jauh lebih cepat dibanding pengeringan pada tinta biasa, bahkan dalam ruang relative lebih sempit bila dibandingkan dengan sistim pengering oven. Kertas cetakan dapat langsung diproses lanjut seperti potong dan lipat setelah terkena proses pengeringan lampu UV. Lampu UV ditempatkan diantara stasiun cetak dari mesin cetak multi warna, sehingga setiap warna akan kering sebelum masuk ke stasiun cetak berikutnya. Hal ini tentu akan mengurangi terjadinya "color bleed" (warna blobor) dan goresan atau bekas gesekan diatas permukaan cetak.
Keunggulan terakhir, tanpa adanya pelarut di tinta UV, memungkinkan operator mencetak detail gambar lebih tajam dan halus dengan resolusi yang lebih tinggi, hal ini dapat dilakukan dengan penggunaan higher mesh counts pada screening process di prepress.
Konsep dan Mekanisme Unit UV-curing
pengeringan UV sangat kritis dalam cetak UV. Unit pengeing ini berfungsi mentransfer energi ultra violet untuk memicu photoinitiators dan memulai proses polimerisasi.
Energi elektromagnetik mempunyai partikel gelombang listrik dan magnet yang berjalan diudara, ruang hampa dan material lainnya. Kita mencirikan gelombang ini dari frekuensinya (jumlah panjang gelombang dalam 1 detik) dan panjang gelombang (jarak dari satu paruh gelombang ke paruh gelombang yang berdekatan). Frekuensi diukur dengan gigahertz (Ghz) dimana 1 Ghz sama dengan 1 milyar siklus/detik. Panjang gelombang diukur dengan nanometers (nm) dan 1 nm sama dengan 1/milyar meter. Spektrum elektromagnetik adal suatu rentang gelombang elektromganetic, yang semuanya kecuali cahaya warna yang tampak, tidak dapat dilihat oleh mata.
Dalam spekttrum warna yang mendekati cahaya tampak, kita dapat mengidentifikasikan panjang gelombang UV dimana rentang panjang gelombangnya adalah 10 – 400 nm. Photoinitoators yang digunakan pada tinta UV khususnya bereaksi dengan dalam panjang gelombang antara 200 – 400 nm. Namun demikian, panjang gelombang yang mengakibatkan proses pengeringan atau pematangan berbeda antara sistim tinta satu dengan lainnya, tergantung dengan aplikasi tinta yang dibuat. Oleh sebab itu, kita menemukan banyak sistim UV-curing mempunyai tipe lampu berbeda yang mengeluarkan frekuensi energi UV tertentu.
SEDIKIT MENGENAI CETAK OFFSET
Cetak offset adalah teknik cetak yang banyak digunakan, di mana citra (image) bertinta di-transfer (atau di- "offset") terlebih dahulu dari plat ke lembaran karet, lalu ke permukaan yang akan dicetak. Ketika dikombinasikan dengan proses litografi, yang berdasarkan pada sifat air dan minyak yang tidak bercampur, maka teknik offset menggunakan sebuah pemuat citra yang rata (planographic) di mana citra yang akan dicetak mengambil tinta dari penggulung tinta (ink rollers), sementara area yang yang tidak dicetak menarik air, menyebabkan area yang tak dicetak bebas tinta.

Mesin Cetak 2 Warna
Adapun proses produksi cetak dengan menggunakan mesin percetakan offset adalah sebagai berikut:
Proses Pra-cetak:
Persiapan Repro Film. Setelah design final, siap dioutput untuk dibuat film.
Rekam Plat: hasil settingan yang telah direpro film tadi direkam (semacam dicopy) ke pelat aluminium (aluminium plate) sehingga naskah cetakkan pun terdapat di atasnya, dan plat cetak inilah yang akan dipasang pada mesin cetak.
Persiapan bahan kertas: seperti kertas HVS, BC, Art paper, Art Carton,doorslags, duplex, ivory, dsb. disesuaikan dengan keperluan.
Persiapan bahan cetak, seperti tinta, chemical ( alcohol, fountain, dll)
Tinta Cetak
Proses Cetak:
Plat cetak beserta bahan kertas yang telah siap pada proses pracetak tadi lalu dipasang di mesin cetak, dan ditempatkan di posisinya masing-masing berdasarkan fungsinya. Plat cetak dipasang di atas roll yang terdapat di atas mesin, sedangkan bahan kertas dipasang pada tempat mendatar di bawah roll tersebut. Dan tinta pun dipersiapkan pula pada tempatnya (warna sesuai yang diinginkan)
Setelah plat cetak, bahan kertas, dan tinta siap atau terpasang, maka mesin pun dijalankan.. dan terjadilah proses cetak. Tinta bersinggungan roll yang telah terpasang plat cetak, dan tinta bersinggungan pula dengan bahan kertas yang ada, sehingga terjadilah pemindahan naskah yang ada di plat cetak ke bahan kertas tersebut melalui tinta, dan kertas pun keluar satu persatu berisi naskah yang sudah jadi.

Hasil Cetakan Per Layer Warna\t
Proses Finishing, diantaranya:
Proses potong, dengan tujuan untuk membagi beberapa kertas hasil cetak tadi menjadi beberapa bagian, atau bisa juga hanya sekedar untuk merapihkan kertas.
Foil, membubuhi kertas dengan tulisan atau gambar mengkilat seperti warna emas, perak, biru, merah, dsb.
Embossed, menghiasi kertas cetak dengan tulisan atau gambar, dimana hiasan tersebut berbentuk kertas yang timbul atau tenggelam akibat matres.
Proses laminating gloss/doff, UV gloss/doff, spot UV, dsb. Kertas cetak tadi dilapisi dengan plastik mengkilat atau plastik buram/dop pada bagian luarnya sehingga menimbulkan kesan estetis tersendiri.
Pons, memotong kertas menjadi bentuk-bentuk tertentu akibat potongan pisau mesin pons. Bentuknya bisa berupa format untuk lipatan amplop, dus, dsb.
Lem, untuk menyambungkan atau menyatukan kertas cetakan semisal amplop.
Dan lain-lain semisal menjilid, jahit benang/kawat, nomerator, lipat susun/sisip, membungkus dengan plastik, dsb. tergantung keperluan.
Cetak Offset merupakan cara mencetak yang paling populer dan banyak digunakan, karena dengan cetak offset dapat memproduksi buku, majalah, surat, kartu nama, profil perusahaan, flyer, leaflet atau brosur, kalender, kartu undangan, kantung belanja, hang tag, sticker dsb. Dengan mesin cetak offset, dapat memproduksi cetakan dengan jumlah yang banyak dalam waktu yang singkat.
Jenis-jenis Kertas dalam Cetak Offset
Ada beberapa jenis kertas yang dipakai dalam percetakan .
1. Art Paper
Jenis kertas ini mempunyai tekstur permukaan yang licin dan halus. Biasa digunakan untuk mencetak brosur, majalah atau catalog.
Gramaturnya mulai dari 85 gr, 100 gr, 115 gr, 120 gr dan 150 gr.
2. Art Carton
Kertas jenis ini krakteristiknya sama dengan art paper, hanya lebih tebal. Biasa dipakai untuk mencetak kartu nama, cover buku, brosur, paperbag , map dan lain sebagainya.
Gramaturnya mulai 190 gr, 210gr, 230 gr, 260 gr, 310 gr, 350 gr, 400 gr.
3. Ivory
Ivory hamper sama dengan art carton, tetapi ivory hanya mempunyai satu sisi licin, sisi yang lain tanpa coating. Ivory banyak digunakan untuk paperbag, dos-dos kosmetik. Karkteristiknya cukup tebal.
Gramaturnya 210 gr, 230 gr, 250 gr, 310 gr, 400 gr.
4. Dupleks
Jenis kertas ini memiliki satu sisi putih dan sisi yang lain berwarna abu-abu. Sisi putih ada yang coated dan ada juga yang non coated. Kertas ini umum dipakai untuk pembuatan dos packaging makanan maupun obat-obatan.
Gramaturnya mulai 250 gr, 270 gr, 310 gr, 350 gr, 400 gr, 450 gr, dan 500 gr.
5. HVS
Jenis bahan kertas yang memiliki permukaan kasar. Biasa digunakan untuk fotocopy atau printer. Biasanya untuk mencetak buku.
Gramaturnya mulai dari 60 gr, 70 gr, 80 gr, 100 gr.
6. Samson Kraft
Bahan kertas yang berasal dari proses daur ulang, memiliki warna coklat. Biasa dipergunakan untuk membuat paperbag dan bungkus.
Gramaturnya yang sering dipakai 70gr dan 80 gr.
7. BC
Jenis kertas ini memiliki tekstur yang halus namun tidak coated. Tersedia dalam beragam warna. Bisa digunakan untuk mencetak kartu nama, sertifikat dan lain-lain.
Gramaturnya yang biasa dipakai 160 gr, 220 gr, 250 gr.
8. Yellow Board
Jenis kertas ini cukup tebal, biasa digunakan untuk rangka dalam suatu undangan hard cover. Kertas ini tidak bisa dicetak offset, biasanya dilapis dengan art paper atau dupleks.
Kertas ini dibedakan berdasarkan ketebalannya, biasanya disebut YB 30 dan YB 40.
9. Fancy Paper
Jenis kertas dengan beragam warna dan karakteristik. Umum digunakan untuk membuat undangan. Ada banyak jenisnya seperti millennium, jasmine, java emboss, Hawaii dan lain-lain.
Gramaturnya juga cukup beragam mulai dari 80 gr, 100 gr, 220 gr, 300 gr.
10. Corugoated
Jenis kertas bergelombang untuk dos packing seperti dos indomie, dos computer dan lain sebagainya. Sama halnya dengan yellow board, kertas ini biasanya ditempel dengan kertas lain.
1. Art Paper
Jenis kertas ini mempunyai tekstur permukaan yang licin dan halus. Biasa digunakan untuk mencetak brosur, majalah atau catalog.
Gramaturnya mulai dari 85 gr, 100 gr, 115 gr, 120 gr dan 150 gr.
2. Art Carton
Kertas jenis ini krakteristiknya sama dengan art paper, hanya lebih tebal. Biasa dipakai untuk mencetak kartu nama, cover buku, brosur, paperbag , map dan lain sebagainya.
Gramaturnya mulai 190 gr, 210gr, 230 gr, 260 gr, 310 gr, 350 gr, 400 gr.
3. Ivory
Ivory hamper sama dengan art carton, tetapi ivory hanya mempunyai satu sisi licin, sisi yang lain tanpa coating. Ivory banyak digunakan untuk paperbag, dos-dos kosmetik. Karkteristiknya cukup tebal.
Gramaturnya 210 gr, 230 gr, 250 gr, 310 gr, 400 gr.
4. Dupleks
Jenis kertas ini memiliki satu sisi putih dan sisi yang lain berwarna abu-abu. Sisi putih ada yang coated dan ada juga yang non coated. Kertas ini umum dipakai untuk pembuatan dos packaging makanan maupun obat-obatan.
Gramaturnya mulai 250 gr, 270 gr, 310 gr, 350 gr, 400 gr, 450 gr, dan 500 gr.
5. HVS
Jenis bahan kertas yang memiliki permukaan kasar. Biasa digunakan untuk fotocopy atau printer. Biasanya untuk mencetak buku.
Gramaturnya mulai dari 60 gr, 70 gr, 80 gr, 100 gr.
6. Samson Kraft
Bahan kertas yang berasal dari proses daur ulang, memiliki warna coklat. Biasa dipergunakan untuk membuat paperbag dan bungkus.
Gramaturnya yang sering dipakai 70gr dan 80 gr.
7. BC
Jenis kertas ini memiliki tekstur yang halus namun tidak coated. Tersedia dalam beragam warna. Bisa digunakan untuk mencetak kartu nama, sertifikat dan lain-lain.
Gramaturnya yang biasa dipakai 160 gr, 220 gr, 250 gr.
8. Yellow Board
Jenis kertas ini cukup tebal, biasa digunakan untuk rangka dalam suatu undangan hard cover. Kertas ini tidak bisa dicetak offset, biasanya dilapis dengan art paper atau dupleks.
Kertas ini dibedakan berdasarkan ketebalannya, biasanya disebut YB 30 dan YB 40.
9. Fancy Paper
Jenis kertas dengan beragam warna dan karakteristik. Umum digunakan untuk membuat undangan. Ada banyak jenisnya seperti millennium, jasmine, java emboss, Hawaii dan lain-lain.
Gramaturnya juga cukup beragam mulai dari 80 gr, 100 gr, 220 gr, 300 gr.
10. Corugoated
Jenis kertas bergelombang untuk dos packing seperti dos indomie, dos computer dan lain sebagainya. Sama halnya dengan yellow board, kertas ini biasanya ditempel dengan kertas lain.
Selasa, 03 September 2013
SEJARAH PERCETAKAN INDOESIA
Telah berdiri sejak zaman pemerintahan Belanda pada tahun 1809 dengan nama "Lands Drukkerij". Seperti halnya dinegara-negara lain maksud didirikannnya Perum Percetakan Negara (Government Printing Office) adalah untuk mencetak dokumen negara yang pada waktu itu tugas adalah mencetak "State Gazette". Di Indonesia State Gazette disebut Berita Negara dan Lembaran Negara beserta tambahannya. Hampir semua Negara mempunyai institusi pencetakan negara yang tugas utamanya adalah mencetak dokumen negara khususnya Berita Negara. Pada awal kemerdekaan Republik Indonesia Perum Percetakan Negara mendapatkan tugas antara lain untuk mencetak URI (Uang Republik Indonesia), dan mendapatkan tugas untuk melaksanakan pembuatan Berita Negara (State Gazeete) Republik Indonesia yang pertama kalinya dan sekarang disebut dengan nama Berita Negara. Dalam perjalanannya hidup perusahaan ini selalu mengikuti sejarah bangsa Indonesia. Sedangkan Pencetakan Uang sekarang dilakukan oleh Perum Peruri.
Sebelum namanya berubah menjadi Percetakan Negara Republik Indonesia (1950), Perum PNRI ini telah mengalami beberapa kali perubahan nama. Pada tahun 1942 namanya adalah "Gunseikanbu Inatsu Koja(GIK). Kemudian di tahun 1945 berubah menjadi Percetakan Republik Indinesia (PRI). Melalui sebuah Peraturan Pemerintah NO.46 Tahun 1991, PNRI menjadi sebuah Perusahaan Umum (Perum) milik negara, yang mengemban fungsi, baik sebagai pendukung pembangunan nasional (agent of development) maupun sebagai unit ekonomi (profit center).
Saat ini berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No.133 Tahun 2000 Pasal 7, maksud dan tujuan perusahaan adalah turut serta melaksanakan dan menunjang kebijakan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional dengan cara mengadakan usaha di bidang percetakan, dan jasa grafika lainnya serta multimedia.
Perum PNRI tidak hanya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan barang-barang cetakan yang berisi dokumen resmi negara seperti state gazette dan produk informasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Dan, saat ini sesuai dengan perkembangan pemesaran dan manajemen, Perum PNRI melayani juga produk percetakan umum yang diterima dari BUMN, swasta maupun masyarakat luas pada umumnya.
Sebelum namanya berubah menjadi Percetakan Negara Republik Indonesia (1950), Perum PNRI ini telah mengalami beberapa kali perubahan nama. Pada tahun 1942 namanya adalah "Gunseikanbu Inatsu Koja(GIK). Kemudian di tahun 1945 berubah menjadi Percetakan Republik Indinesia (PRI). Melalui sebuah Peraturan Pemerintah NO.46 Tahun 1991, PNRI menjadi sebuah Perusahaan Umum (Perum) milik negara, yang mengemban fungsi, baik sebagai pendukung pembangunan nasional (agent of development) maupun sebagai unit ekonomi (profit center).
Saat ini berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No.133 Tahun 2000 Pasal 7, maksud dan tujuan perusahaan adalah turut serta melaksanakan dan menunjang kebijakan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional dengan cara mengadakan usaha di bidang percetakan, dan jasa grafika lainnya serta multimedia.
Perum PNRI tidak hanya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan barang-barang cetakan yang berisi dokumen resmi negara seperti state gazette dan produk informasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Dan, saat ini sesuai dengan perkembangan pemesaran dan manajemen, Perum PNRI melayani juga produk percetakan umum yang diterima dari BUMN, swasta maupun masyarakat luas pada umumnya.
Rabu, 21 Agustus 2013
Hak Cipta Logo
kami perlu sampaikan bahwa untuk logo, bukan didaftarkan dengan paten. Berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten, paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya.
Untuk logo yang Anda buat didaftarkan dengan hak cipta, sebagaimana diatur dalam Pasal 12 ayat (1) Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (“UU Hak Cipta”), yang berbunyi sebagai berikut:
Dalam Undang-undang ini Ciptaan yang dilindungi adalah Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra, yang mencakup:
a. buku, Program Komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain;
b. ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan lain yang sejenis dengan itu;
c. alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;
d. lagu atau musik dengan atau tanpa teks;
e. drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim;
f. seni
rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni
kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan;
g. arsitektur;
h. peta;
i. seni batik;
j. fotografi;
k. sinematografi;
l. terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, database, dan karya lain dari hasil pengalihwujudkan.
Selanjutnya,
karena logo ini diciptakan berdasarkan pesanan dari klien Anda kepada
biro tempat Anda bekerja, hal pertama yang Anda harus lakukan adalah
melihat perjanjian antara biro tempat kerja Anda dan klien Anda. Apakah
dalam perjanjian tersebut diatur mengenai siapa yang akan menjadi
pencipta dan pemegang hak cipta?
Kemudian,
Anda harus juga melihat perjanjian kerja antara Anda dan biro tempat
Anda bekerja, apakah diperjanjikan mengenai siapakah yang akan menjadi
pemegang hak cipta atas karya Anda?
Sebagaimana diatur dalam Pasal 8 ayat (3) UU Hak Cipta, jika suatu ciptaan dibuat dalam hubungan kerja atau berdasarkan pesanan, pihak yang membuat karya cipta itu dianggap sebagai pencipta dan pemegang hak cipta kecuali jika diperjanjikan lain.
Dalam
hal ini, Anda membuat karya Anda atas dasar hubungan kerja dengan biro
tempat Anda bekerja dan berdasarkan pesanan klien Anda kepada biro
tempat Anda bekerja. Apabila dalam perjanjian kerja Anda dengan biro
tempat Anda bekerja diperjanjikan bahwa hak cipta atas karya Anda
dipegang oleh biro tempat Anda bekerja, maka yang punya hak cipta atas
karya tersebut adalah biro tempat Anda bekerja. Apabila tidak
diperjanjikan, maka Anda yang punya hak cipta atas karya cipta Anda
(logo tersebut).
Selanjutnya,
Anda harus melihat perjanjian pesanan antara biro tempat Anda bekerja
dengan klien Anda. Jika tidak diperjanjikan siapa yang menjadi pemegang
hak cipta, maka yang memegang hak cipta adalah Anda atau biro tempat
Anda bekerja (sesuai dengan kesepakatan dalam perjanjian kerja). Jika
dalam perjanjian pesanan diperjanjikan bahwa klien Anda yang akan
memegang hak cipta, maka yang menjadi pemegang hak cipta adalah klien
Anda.
Dalam hal tidak diperjanjikan siapa yang memegang hak cipta dalam perjanjian pesanan, maka sebagaimana diatur dalam Pasal 8 ayat (1) UU Hak Cipta,
Anda atau biro tempat Anda bekerja adalah pemegang hak cipta atas logo
tersebut (sesuai kesepakatan dalam perjanjian kerja). Sehingga jika
klien Anda mendaftarkan logo tersebut atas namanya, Anda atau biro
tempat Anda bekerja mempunyai hak untuk meminta pembatalan pendaftaran
logo tersebut oleh klien Anda (Pasal 42 jo Pasal 2 UU Hak Cipta).
Pasal 42 UU Hak Cipta
Dalam
hal Ciptaan didaftar menurut Pasal 37 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal
39, pihak lain yang menurut Pasal 2 berhak atas Hak Cipta dapat
mengajukan gugatan pembatalan melalui Pengadilan Niaga.
Pasal 2UU Hak Cipta
(1) Hak
Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta
untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya, yang timbul secara
otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan
menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(2) Pencipta
atau Pemegang Hak Cipta atas karya sinematografi dan Program Komputer
memiliki hak untuk memberikan izin atau melarang orang lain yang tanpa
persetujuannya menyewakan Ciptaan tersebut untuk kepentingan yang
bersifat komersial.
Jika
dalam perjanjian pesanan diperjanjikan bahwa yang memegang hak cipta
adalah klien Anda, maka baik Anda maupun biro tempat Anda bekerja tidak
mempunyai hak untuk meminta pembatalan pedaftaran hak cipta atas logo
tersebut.
Masalah Merek (Brand) Sebagai Aset Perusahaan
Dalam sistem hukum Indonesia, di samping orang dalam arti manusia (natuurlijk-persoon), juga dianggap sebagai subyek hukum adalah badan hukum. Perseroan Terbatas (“PT”) merupakan salah satu badan hukum yang dikenal di Indonesia. Sebagai subjek hukum, PT memiliki kekayaan yang terpisah dari kekayaan anggotanya, juga Hak dan Kewajiban yang terpisah dari hak dan kewajiban para anggotanya. PT juga memiliki pertanggungjawaban sendiri (eigen aansprakelijkheid), dapat melakukan perbuatan hukum, menuntut dan dituntut di muka pengadilan.
Sebuah nama atau brand usaha yang didaftarkan sebagai merek di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM RI (“Ditjen HKI”) atas nama PT dianggap sebagai aset dari PT yang bersangkutan, bukan lagi merupakan aset daripada masing-masing pribadi pemodal atau pendirinya.
Kecuali jika diperjanjikan berbeda sebelumnya oleh para pendiri PT bahwa keluarnya satu atau beberapa pendiri PT tidak dapat mempengaruhi kepemilikan PT atas merek-merek terdaftar tersebut.
Namun, apabila pernah dibuat perjanjian sebelumnya oleh para pendiri yang mengatur mengenai keharusan mengganti merek dagang dan nama PT sebagai konsekuensi keluarnya salah satu atau beberapa pendiri, maka, bisa saja pendiri yang keluar atau mengundurkan diri, menuntut pendiri lainnya untuk memenuhi perjanjian tersebut (Pasal 1338 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata).
Namun, dalam hal penghapusan pendaftaran merek diperlukan untuk memenuhi perjanjian tersebut, para pendiri PT tidak dapat melaksanakan penghapusan merek terdaftar secara langsung atas nama pribadi. PT, sebagai pemilik merek yang sah, dalam hal ini adalah satu-satunya pihak yang dapat melaksanakan pengajuan permohonan penghapusan atas merek terdaftar kepada Ditjen HKI sesuai Pasal 61 UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek.
Begitupula dengan perubahan nama PT, tentunya harus melalui prosedur yang diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurut UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, perubahan atas nama perseroan harus melalui RUPS dan mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM RI.
Bagaimana dengan kasus nama grup musik (band) Peterpan?
Nama band dapat dikategorikan sebagai merek, dan dapat didaftarkan baik sebagai merek jasa maupun merek dagang di Ditjen HKI. Dengan didaftarkan di Ditjen HKI, akan lebih mudah mengklaim kepemilikan nama tersebut. Karena, pihak yang tercantum di Daftar Umum Merek di Ditjen HKI lah yang secara hukum dianggap sebagai pemilik yang sah atas nama tersebut.
Selama nama band tidak terdaftar di Ditjen HKI, kepemilikannya hanya didasarkan kepada kesepakatan internal para personel band yang bersangkutan. Sepanjang tidak ada pihak tertentu yang dapat menunjukkan bukti sebagai pemilik yang legal atas nama tersebut, maka band dapat terus memakai nama tersebut. Demikian halnya dalam kasus band Peterpan. Sejauh yang kami ketahui, Andika dan Indra, mantan personel sekaligus pendiri band, hanya bisa meminta secara informal agar nama band diganti pascakeluarnya mereka sebagai anggota band. Begitu pula dengan anggota band lainnya, pada akhirnya menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan, karena baik Andika maupun personel band lainnya sama-sama tidak dapat mengklaim sebagai pihak yang paling berhak secara hukum atas nama band Peterpan tersebut.
Rabu, 14 Agustus 2013
Memberi Nama Usaha Anda
Anda ingin mulai usaha? Pasti kemudian anda mencari nama bisnis bagi usaha anda tersebut. Nama, apalagi untuk kepentingan bisnis, amatlah penting. Sebab dengan nama itu konsumen mengenal bisnis anda. Nama itu juga yang mewakili usaha anda. Serta juga yang membedakan bisnis anda dengan yang lain.
Nah, bagaimana caranya memilih nama bisnis?
Ada beberapa rumusan dasar cara pembuatan nama bisnis. Berikut ini beberapa di antaranya:
Mudah diingat
Mudah diucapkan
Menggambarkan usaha atau bisnis yang anda jalankan
Berbeda dengan yang lain
Seperti cara memilih nama domain atau nama blog anda, memberi nama bisnis bagi usaha anda juga ada caranya.
Lalu dari mana inspirasi atau ide nama bisnis itu datang?
Ide nama bisnis bisa datang dari banyak sumber. Misalnya
Dari nama suatu tempat. Seperti perusahaan Adobe yang diberi nama pendirinya John Warnock dari sungai bernama “Adobe Creek” yang berada di belakang rumahnya. Atau perusahaan telekomunikasi Cisco yang diambil dari nama kota San Fransisco. Seperti juga Nokia, produsen handphone yang mengambil nama mereknya dari nama kota tempat pabriknya berada.
Dari nama mitologi. Seperti produsen alat olahraga Nike yang namanya berasal dari dewi kemenangan Yunani. Atau nama peruhsaan elektronik Asus yang berasal dari kata Pegasus, kuda terbang dalam mitologi Yunani.
Dari nama hewan. Seperti merk Reebok yang berasal dari nama rhebok, antelope di Afrika.
Dari nama buah. Seperti Apple Computer yang diberi nama oleh Steve Jobs saat sedang makan apel.
Dari singkatan. Seperti nama Maspion yang berasal dari singkatan “Mengajak Anda Selalu Percaya Industri Olahan Nasional”. Atau Skype yang berasal dari “Sky-Peer-to-Peer”. Dan Benq dari “Bringing Enjoyment and Quality to life” serta Microsoft yang berasal dari “MICROcomputer SOFTware”.
Oh ya, nama bisnis ini erat juga kaitannya dengan logo bisnis. Karena itu, nama dan logo bisnis anda hendaknya saling berkait agar mempermudah orang mengingat nama bisnis anda. Harapannya, merek anda kemudian menjadi top of mind di benak konsumen.
Dari bahasa setempat. Seperti Sanyo yang dalam bahasa Jepang berarti “tiga lautan”. Atau Samsung yang dalam Korea berarti “bintang tiga”.
Dari nama orang. Seperti Casio yang berasal dari nama pendirinya, Kashio Tadao.
Bagaimana sekarang? Ada gambaran hendak memberi nama bisnis apa untuk usaha anda?
Nah, bagaimana caranya memilih nama bisnis?
Ada beberapa rumusan dasar cara pembuatan nama bisnis. Berikut ini beberapa di antaranya:
Mudah diingat
Mudah diucapkan
Menggambarkan usaha atau bisnis yang anda jalankan
Berbeda dengan yang lain
Seperti cara memilih nama domain atau nama blog anda, memberi nama bisnis bagi usaha anda juga ada caranya.
Lalu dari mana inspirasi atau ide nama bisnis itu datang?
Ide nama bisnis bisa datang dari banyak sumber. Misalnya
Dari nama suatu tempat. Seperti perusahaan Adobe yang diberi nama pendirinya John Warnock dari sungai bernama “Adobe Creek” yang berada di belakang rumahnya. Atau perusahaan telekomunikasi Cisco yang diambil dari nama kota San Fransisco. Seperti juga Nokia, produsen handphone yang mengambil nama mereknya dari nama kota tempat pabriknya berada.
Dari nama mitologi. Seperti produsen alat olahraga Nike yang namanya berasal dari dewi kemenangan Yunani. Atau nama peruhsaan elektronik Asus yang berasal dari kata Pegasus, kuda terbang dalam mitologi Yunani.
Dari nama hewan. Seperti merk Reebok yang berasal dari nama rhebok, antelope di Afrika.
Dari nama buah. Seperti Apple Computer yang diberi nama oleh Steve Jobs saat sedang makan apel.
Dari singkatan. Seperti nama Maspion yang berasal dari singkatan “Mengajak Anda Selalu Percaya Industri Olahan Nasional”. Atau Skype yang berasal dari “Sky-Peer-to-Peer”. Dan Benq dari “Bringing Enjoyment and Quality to life” serta Microsoft yang berasal dari “MICROcomputer SOFTware”.
Oh ya, nama bisnis ini erat juga kaitannya dengan logo bisnis. Karena itu, nama dan logo bisnis anda hendaknya saling berkait agar mempermudah orang mengingat nama bisnis anda. Harapannya, merek anda kemudian menjadi top of mind di benak konsumen.
Dari bahasa setempat. Seperti Sanyo yang dalam bahasa Jepang berarti “tiga lautan”. Atau Samsung yang dalam Korea berarti “bintang tiga”.
Dari nama orang. Seperti Casio yang berasal dari nama pendirinya, Kashio Tadao.
Bagaimana sekarang? Ada gambaran hendak memberi nama bisnis apa untuk usaha anda?
Bagaimana Membuat Brand Produk Anda Menjadi Top of Mind pada Konsumen?
Dalam ilmu marketing ada istilah “top of mind”. Top of mind maksudnya brand produk yang nancap nomer satu di benak konsumen. Ketika orang menyebut nama umum produk tersebut, yang langsung kita ingat adalah brand tersebut. Contoh, dulu ketika menyebut sepeda motor, top of mind-nya adalah Honda. Sekarang Yamaha juga lumayan sukses menjadi top of mind.
Nah mengenai top of mind itulah yang akan kita bahas kali ini. Bagaimana membuat produk anda menancap menjadi top of mind di benak konsumen. Mari kita mulai saja…
Sering kali top of mind berkaitan dengan market share atau penguasaan pasar.
Sebuah brand produk yang menguasai pasar biasanya menjadi top of mind. Karena itu, pemilik produk biasanya selalu berusaha menggenjot penjualan. Maka beragam cara promosi dilancarkan. Target market dibombardir dengan promosi dari segala arah.
Kalau di bisnis internet, promosi online berbayar lewat iklan PPC, promosi gratis, dan promosi lewat blog dilancarkan. Bukan itu saja, promosi offline pun ikut dirambah. Belum cukup? Teknik SEO pun diperdalam agar bisa merajai hasil pencarian di search engine.
Maka benar apa kata Mas Hengky kalau menjadi pebisnis internet butuh banyak amunisi dan jurus. Tidak cukup tahu blogging saja, namun juga ilmu copywriting, dan lainnya. Namun enaknya itu semua bisa dipelajari sambil menekuni bisnis internet yang resikonya boleh dibilang relatif kecil. Makin lama kita menggeluti bisnis internet, makin dalam ilmu yang kita miliki.
Di samping lewat promosi, pencapaian top of mind sebuah brand produk berkaitan dengan kemampuan membangun hubungan yang kuat dengan konsumen.
Interaksi dengan konsumen kembali menjadi syarat mutlak. Ibaratnya pemilik produk seolah selalu berada di samping konsumen.
Namun kedua upaya tadi bisa kurang berhasil mencapai top of mind bila tak didukung kuatnya identitas brand. Berikut ini beberapa kriteria yang patut anda pertimbangkan ketika memilih identitas brand produk anda:
Mudah diingat. Kalau bisa sekali mendengar/membaca, konsumen langsung ingat brand produk anda. Karena itu, brand produk sebaiknya tak terlalu panjang. Pemilihan nama brand produk sama pentingnya seperti saat anda memilih nama domain situs web.
Berkaitan. Brand produk anda berkaitan dengan produk yang anda tawarkan. Misalnya produk anda untuk menghilangkan masuk angin, brand-nya ada embel-embel kata “angin”-nya. Tujuannya juga untuk memudahkan konsumen menghubungkan brand anda dengan masalah yang sedang anda hadapi.
Nah mengenai top of mind itulah yang akan kita bahas kali ini. Bagaimana membuat produk anda menancap menjadi top of mind di benak konsumen. Mari kita mulai saja…
Sering kali top of mind berkaitan dengan market share atau penguasaan pasar.
Sebuah brand produk yang menguasai pasar biasanya menjadi top of mind. Karena itu, pemilik produk biasanya selalu berusaha menggenjot penjualan. Maka beragam cara promosi dilancarkan. Target market dibombardir dengan promosi dari segala arah.
Kalau di bisnis internet, promosi online berbayar lewat iklan PPC, promosi gratis, dan promosi lewat blog dilancarkan. Bukan itu saja, promosi offline pun ikut dirambah. Belum cukup? Teknik SEO pun diperdalam agar bisa merajai hasil pencarian di search engine.
Maka benar apa kata Mas Hengky kalau menjadi pebisnis internet butuh banyak amunisi dan jurus. Tidak cukup tahu blogging saja, namun juga ilmu copywriting, dan lainnya. Namun enaknya itu semua bisa dipelajari sambil menekuni bisnis internet yang resikonya boleh dibilang relatif kecil. Makin lama kita menggeluti bisnis internet, makin dalam ilmu yang kita miliki.
Di samping lewat promosi, pencapaian top of mind sebuah brand produk berkaitan dengan kemampuan membangun hubungan yang kuat dengan konsumen.
Interaksi dengan konsumen kembali menjadi syarat mutlak. Ibaratnya pemilik produk seolah selalu berada di samping konsumen.
Namun kedua upaya tadi bisa kurang berhasil mencapai top of mind bila tak didukung kuatnya identitas brand. Berikut ini beberapa kriteria yang patut anda pertimbangkan ketika memilih identitas brand produk anda:
Mudah diingat. Kalau bisa sekali mendengar/membaca, konsumen langsung ingat brand produk anda. Karena itu, brand produk sebaiknya tak terlalu panjang. Pemilihan nama brand produk sama pentingnya seperti saat anda memilih nama domain situs web.
Berkaitan. Brand produk anda berkaitan dengan produk yang anda tawarkan. Misalnya produk anda untuk menghilangkan masuk angin, brand-nya ada embel-embel kata “angin”-nya. Tujuannya juga untuk memudahkan konsumen menghubungkan brand anda dengan masalah yang sedang anda hadapi.
4 Cara Meningkatkan Omset Penjualan
Dalam bisnis, meningkatkan omset penjualan sangat penting. Sebab omset berbanding lurus dengan profit yang didapat. Semakin besar omset penjualan, semakin besar keuntungan yang diperoleh.
Pertanyaannya, bagaimana cara meningkatkan omset penjualan?
Sebelum masuk ke tips meningkatkan omset penjualan, biasanya pebisnis mencari hal-hal besar yang bisa memicu peningkatan omset dalam sekejap. Tidak ada salahnya memang. Tapi seringnya peningkatan omset itu bisa dimulai dari hal-hal yang kecil yang mungkin sering diabaikan, dan justru itu yang bisa meningkatkan omset secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
Berikut saya bagikan empat cara meningkatkan omset penjualan bisnis anda.
1. Lihat harga jual
Bagaimana dengan harga jual produk anda? Apakah sudah waktunya naik, tetap, atau turun? Anda bisa nilai dari perkembangan penjualan anda. Ketahui harga ideal saat ini dengan mencoba beberapa opsi harga jual. Dengan begitu, anda akan tahu harga ideal untuk produk anda. Sehingga anda akan lebih mudah untuk meningkatkan omset penjualan anda.
2. Kenali kapan prime time bisnis anda.
Prime time bisnis artinya saat penjualan banyak terjadi. Di waktu tersebut anda harus optimalkan kinerja penjualan anda misal dengan menggencarkan program pemasaran. Segenap resource yang anda miliki, harus fokus penuh pada saat prime tersebut.
Mengenai prime time ini pernah saya ulas untuk blogging juga pada posting Kapan Waktu Terbaik Posting?
3. Lihat database konsumen anda
Kalau anda punya data konsumen, coba lihat dan analisa kembali apa yang menyebabkan mereka menjadi konsumen anda. Kalau anda sebelumnya sudah baca posting segmentasi pasar, sebaiknya anda kategorikan juga konsumen tersebut ke dalam beberapa daftar konsumen. Sehingga anda bisa melakukan pendekatan marketing yang sesuai untuk setiap daftar konsumen tersebut.
4. Jalankan strategi pemasaran untuk meningkatkan omset
Untuk meningkatkan omset penjualan, jangan ragu untuk menjalankan strategi pemasaran seperti dengan memberikan penawaran yang super heboh. Bentuknya bisa seperti memberikan ukuran produk yang lebih besar, diskon, atau memperpanjang masa penggunaan produk. Bisa juga dengan menjalankan program booking order atau sejenisnya. Intinya, jangan ragu untuk ACTION dengan ide pemasaran yang hendak anda lakukan.
Silakan praktekkan empat cara meningkatkan omset bisnis anda ini. Bagikan juga pengalaman anda dalam upaya meningkatkan omset penjualan lewat komentar, salam ACTION!
Pertanyaannya, bagaimana cara meningkatkan omset penjualan?
Sebelum masuk ke tips meningkatkan omset penjualan, biasanya pebisnis mencari hal-hal besar yang bisa memicu peningkatan omset dalam sekejap. Tidak ada salahnya memang. Tapi seringnya peningkatan omset itu bisa dimulai dari hal-hal yang kecil yang mungkin sering diabaikan, dan justru itu yang bisa meningkatkan omset secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
Berikut saya bagikan empat cara meningkatkan omset penjualan bisnis anda.
1. Lihat harga jual
Bagaimana dengan harga jual produk anda? Apakah sudah waktunya naik, tetap, atau turun? Anda bisa nilai dari perkembangan penjualan anda. Ketahui harga ideal saat ini dengan mencoba beberapa opsi harga jual. Dengan begitu, anda akan tahu harga ideal untuk produk anda. Sehingga anda akan lebih mudah untuk meningkatkan omset penjualan anda.
2. Kenali kapan prime time bisnis anda.
Prime time bisnis artinya saat penjualan banyak terjadi. Di waktu tersebut anda harus optimalkan kinerja penjualan anda misal dengan menggencarkan program pemasaran. Segenap resource yang anda miliki, harus fokus penuh pada saat prime tersebut.
Mengenai prime time ini pernah saya ulas untuk blogging juga pada posting Kapan Waktu Terbaik Posting?
3. Lihat database konsumen anda
Kalau anda punya data konsumen, coba lihat dan analisa kembali apa yang menyebabkan mereka menjadi konsumen anda. Kalau anda sebelumnya sudah baca posting segmentasi pasar, sebaiknya anda kategorikan juga konsumen tersebut ke dalam beberapa daftar konsumen. Sehingga anda bisa melakukan pendekatan marketing yang sesuai untuk setiap daftar konsumen tersebut.
4. Jalankan strategi pemasaran untuk meningkatkan omset
Untuk meningkatkan omset penjualan, jangan ragu untuk menjalankan strategi pemasaran seperti dengan memberikan penawaran yang super heboh. Bentuknya bisa seperti memberikan ukuran produk yang lebih besar, diskon, atau memperpanjang masa penggunaan produk. Bisa juga dengan menjalankan program booking order atau sejenisnya. Intinya, jangan ragu untuk ACTION dengan ide pemasaran yang hendak anda lakukan.
Silakan praktekkan empat cara meningkatkan omset bisnis anda ini. Bagikan juga pengalaman anda dalam upaya meningkatkan omset penjualan lewat komentar, salam ACTION!
Rabu, 01 Mei 2013
NGETOP VIA DUNIA MAYA
Toolbox sosial seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, atau YouTube berkembang begitu cepat dan kuat. Itu hanyalah potongan-potongan kecil dalam gambaran yang lebih besar dari toolbox sosial yang menawarkan kita untuk belajar dan bereksperimen.
Biaya untuk menggunakan alat ini pun tidak mahal, sehingga para pemimpin bisnis besar maupun kecil memiliki kesempatan yang sama untuk memanfaatkannya demi ketenaran mereka, tapi banyak yang mengabaikan informasi ini karena dianggap belum relevan.
Kunci satu: Membentuk Opini dan Reputasi
Alat bantu sosial mendasar yang dapat digunakan untuk menciptakan kehadiran sosial perusahaan adalah mengirim dan menguasai pengiriman. Ada banyak saluran yang bisa dimanfaatkan untuk “berbicara” misalnya Facebook, Twitter, cetak dan video blog. Kombinasi opini seharusnya digunakan untuk menjangkau khalayak yang beragam.
Sebuah suara otentik pada media sosial memperlihatkan aktivitas nyata dan kemanusiaan sebuah organisasi. Inilah nilai nyata bagi pelanggan untuk memberi Anda kepercayaan, dibandingkan dengan metode “pemasaran interupsi” yang digunakan dalam bentuk iklan yang lebih tua.
Memiliki suara yang bergerak menjangkau percakapan pelanggan dan calon pelanggan dapat mendongkrak reputasi online juga, karena memberikan bukti keahlian digital. Ini merupakan atribut kunci bagi nasabah yang ingin berhubungan dengan pakar industri.
Memberikan sebuah saluran opini yang berguna dapat mempererat hubungan antara perusahaan dan pelanggan. Tentu saja hal itu akan terjadi jika blog perusahaan, Twitter stream, podcasts, maupun outlet lainnya sangat menarik, dan informatif.
Sediakanlah konten yang menarik dan berharga sehingga pelanggan merasa perusahaan “berbicara” dengan mereka secara berkala dan membangun sebuah hubungan berbasis nilai.
Kunci kedua: Membuat Kampanye dan Konten
Setelah percakapan dimulai, sebaiknya Anda menambahkan aset online besar lain yang anda miliki. Untungnya, ada banyak cara murah untuk melakukannya. Mulailah dengan membuat saluran kustom di YouTube, Slideshare.net, Flickr, dan Scribd. Setelah Anda membuat akun, buatlah konten yang unik dan menarik yang akan menarik perhatian basis pelanggan Anda.
Bekerja cerdaslah dengan apa yang anda kerjakan. Kreativitas dan inovasi sangat penting bagi anda untuk menarik perhatian ketika Anda mulai mengeksposnya.
Misalnya, jika Anda sebuah perusahaan jasa keuangan:
Membuat video menyenangkan tapi informatif yang menunjukkan praktik terbaik terhadap rencana keuangan berbagai.
Bagikan presentasi PowerPoint yang menyoroti langkah-langkah untuk mengajar orang-orang muda pengetahuan tentang masalah keuangan.
Buat gambar dan Infografis yang menyediakan fakta-fakta bermanfaat atau menyenangkan tentang keberhasilan pengelolaan uang.
Buat whitepapers yang menguraikan saran tentang strategi investasi dalam iklim ekonomi yang berbeda.
Semua upaya tersebut sekaligus bisa berdampak dalam jangka panjang bagi upaya membangun sebuah merek superior.
Kunci ketiga: eWord of Mouth dan Rekomendasi
Selain itu, pertimbangkan eWord of Mouth marketing. Ini dapat mengidentifikasi blogger terbaik dan pengguna Twitter di area pemasaran Anda dan meminta mereka menyebarkan aset digital Anda. Blogger dan Tweeters selalu mencari konten yang menarik untuk di kirim ke pembaca mereka.
Setelah lalu lintas jaringan meningkat, maksimalkan reputasi online Anda dengan langkah berikutnya. Perusahaan bisa melakukan segala sesuatunya dengan benar. bahkan bisa juga kehilangan segala sesuatunya. Itu semua karena perusahaan gagal membangun reputasi online yang positif.
Media sosial adalah sebuah anjuran penghematan, di mana orang membuat sebuah keputusan berdasarkan apa yang teman atau kawan mereka di internet katakan tentang sebuah produk atau layanan. Mungkin kelihatannya tidak adil, tetapi Anda bisa belajar untuk mengelola reputasi online untuk menuai keuntungan jangka panjang.
Sistim peringkat dan komentar pada produk, jasa, dan kemampuan menjadi landasan dari reputasi online sebuah perusahaan. Mengelola reputasi harus mencakup rencana untuk menanggapi apapun komentar secara online, entah itu negatif atau positif. Dan ketika orang sudah berterima kasih misalnya, itu adalah sebuah langkah reputasi yang positif.
Toolbox sosial ini sangat luas dan berkembang begitu cepat. Bisnis smart tidak hanya mempelajari cara menggunakan perangkat. Karena competitor sudah menggunakan itu untuk memperoleh keuntungan dan membuatnya lebih maju lagi.
Alat-alat teknologi sosial bersifat multi-faceted, dan mereka menawarkan kemampuan untuk mengubah perekonomian yang kacau dengan sebuah pengelolaan dan perkiraan yang mudah.
KIAT MEMULAI BISNIS PERCETAKAN
Usaha percetakan adalah salah satu jenis usaha yang dapat memberikan keuntungan yang tinggi. Sebab semakin banyak orang yang sangat membutuhkan jasa percetakan, contohnya saja percetakan baliho, percetakan undangan, dan jasa fotokopi. Percetakan undangan adalah salah satu jenis usaha yang dapat dijalankan dengan modal minim, sebab alat-alat yang digunakan lebih murah harganya dibandingkan dengan alat untuk mencetak baliho dan alat fotocopi. Bahkan dengan bermodalkan sebuah print biasa kita sudah dapat memulai bisnis percetakan.
Nah bagaimana cara sukses membangun usaha percetakan undangan?
1. Menentukan lokasi
Kita butuh tempat untuk membuka usaha percetakan. Lokasi yang tepat menentukan kesuksesan sebuah jasa percetakan, usahakan untuk mencari tempat membuka usaha percetakan di lokasi yang strategis, mudah dijangkau dan mudah dilihat siapa saja yang lewat.
2. Menjaga kualitas dan pelayanan
Kualitas menentukan kesenangan pelanggan terhadap bisnis kita. Sebaiknya Anda selalu menjaga kualitas hasil cetakan undangan, dengan demikian pelanggan akan mengingat tempat Anda dan dapat kembali lagi bila ingin memesan undangan. Selain itu, berikan pelayanan yang ramah dan mengasyikkan kepada pelanggan Anda, buatlah mereka tersanjung dengan pelayanan di tempat Anda.
3. Desain yang menarik
Desain yang unik dan menarik adalah pilihan utama para pelanggan, khususnya orang-orang berkantung tebal akan mencari jenis undangan yang bernilai seni yang tinggi. Untuk itu perlebar jaringan Anda untuk mencari jenis-jenis desain undangan yang unik dan menarik. Atau bila perlu Anda dapat membuat dan mencetak sendiri motif undangan yang bagus dan menarik pelanggan.
4. Jalin kerjasama
Anda tidak dapat berdiri sendiri, Anda akan membutuhkan beberapa pihak yang dapat diajak kerjasama. Sebaiknya Anda membuat kerjasama yang baik untuk mencegah hal- hal yang tidak diinginkan seperti kerusakan alat-alat cetak atau kelebihan orderan yang tidak dapat Anda tangani. Hal ini bertujuan untuk bisa tetap memberikan kualitas yang terbaik kepada pelanggan Anda.
Selasa, 30 April 2013
ANTARA MIMPI DAN KEINGINAN KONICA MINOLTA?
bizhub Pro 1200 + FS 521 + PF 702
Diskripsi mesin :
• Print / Copy speed : 120 ppm (for A4 80gsm)
• Machine memory & HDD : 512MB Ram + 40GB HDD
• Paper Capacity : 2 x 1500 sheets (80g/m2) + 3 x 2000 sheets (PF 702)
• Paper Weights : 40 to 300gsm, 350gsm (Middle Tray)
• Paper Size : A3 wide (324x463mm), A3, B4, A4/A4R, postcard, A5
Keterangan :
• Free Click : 1.000.000 Click (A4)
• Click Charge : Rp. 25,- (A4)
Senin, 29 April 2013
Panduan Mudharabah, Solusi yang tepat untuk pembagian Bisnis Anda?
Mudharabah adalah "bentuk kerjasama usaha antara dua pihak atau lebih dimana terdapat
pihak yang menginvestasikan 100% modalnya kepada pihak
lain yang dipercaya untuk mengelola usaha tersebut" Dalam istilah
ekonomi syariah pihak pemilik modal disebut Shahibul Maal dan pengelola
modal disebut Mudharib. Dalam istilah ekonomi modern istilah Trust
Investment muncul karena suatu kerjasama usaha dan investasi yang
berbasis kepercayaan 100% dari pemilik modal kepada pengelola modal
tersebut.
Trust Investment / Full Investment
Contoh Implementasi dan perhitungan Trust Investment:
Mr. Black sepakat menginvestasikan modal sebesar Rp. 100 juta dalam usaha rumah makan yang akan dikelola oleh Bpk Andri. Modal tersebut digunakan untuk sewa tempat, investasi peralatan dan modal kerja. Kesepakatan porsi pembagian keutungan adalah 60% untuk pengelola usaha dan atau 40% untuk pemilik modal.
Setelah berjalan 4 bulan usaha Rumah Makan tersebut Bpk Andri melaporkan omzet dan keuntungan kepada Mr. Black adalah sebagai berikut:
- Omzet bulan-1 Rp. 15 juta dengan kerugian sebesar Rp. 5 juta
- Omzet bulan-2 Rp. 30 juta dengan keuntungan Nol alias Break Even
- Omzet bulan-3 Rp. 40 juta dengan keuntungan bersih sebesar Rp. 10 juta
- Omzet Bulan-4 Rp. 50 juta dengan keuntungan bersih sebesar Rp. 20 juta
Maka perhitungan pembagian keuntungan atau kerugian sebagai berikut:
- Rugi bulan-1 Rp. 5 juta 100% tanggung jawab Mr. Steve
- Bulan-2, Mr. Black dan Bpk Andri mendapat nihil keuntungan.
- Bulan-3, Mr. Black = 40% x Rp. 10 juta - Rp. 5 juta
- Bulan-3, Bpk Andri = 60% x Rp. 10 juta = Rp. 6 juta.
- Bulan-4, Mr. Black = 40% x Rp. 20 juta = Rp. 8 juta
- Bpk Andri = 60% x Rp. 20 juta = Rp. 12 juta.
Bagaimana pembagian kepada 3 orang pengelola usaha? dihitung dari keuntungan hak pengelola modal dengan porsi pembagian masing-masing sesuai kesepakatan dengan parameter bedasarkan bobot peran anda dan rekan yang mengelola usaha.
Sharing Investment/Join Capital/Join Venture
Bagaimana pembagian peran, keuntungan, risiko dan asset atas usaha berbasis Sharing Investment tersebut:
Contoh Implementasi dan perhitungan Trust Investment:
Mr. Steve, Mr. Andrew dan Tn. Ahmad sepakat menginvestasikan modal dengan total sebesar Rp. 150 juta dalam usaha rumah makan yang akan dikelola oleh Tn. Ahmad. Porsi setoran modal para pihak adalah:
- Mr. Steve sebesar Rp. 75 juta atau 50% dari total modal sebesar Rp. 150 juta
- Mr. Andrew sebesar Rp. 50 juta atau 30%
- Tn. Ahmad sebesar Rp. 30 juta atau 20%
Modal sebesar Rp. 150 juta tersebut digunakan untuk sewa tempat, investasi peralatan dan modal kerja. Kesepakatan porsi pembagian keuntungan adalah sebagai berikut:
- Mr. Steve sebesar 30% bagian keuntungan
- Mr. Andrew sebesar 20% bagian keuntungan
- Tn. Ahmad sebesar 50% bagian keuntungan
Setelah berjalan 4 bulan usaha Rumah Makan tersebut Tn. Ahmad melaporkan omzet dan keuntungan kepada para pemilik modal sebagai berikut:
- Omzet bulan-1 Rp. 30 juta dengan kerugian sebesar Rp. 5 juta
- Omzet bulan-2 Rp. 50 juta dengan keuntungan Nol alias Break Even
- Omzet bulan-3 Rp. 60 juta dengan keuntungan bersih sebesar Rp. 10 juta
- Omzet Bulan-4 Rp. 75 juta dengan keuntungan bersih sebesar Rp. 25 juta
Maka perhitungan pembagian keuntungan atau kerugian sebagai berikut:
- Rugi bulan-1 Rp. 5 juta dibagi proporsional modal yaitu Mr. Steve 60% atau Rp.
2,5 juta, Mr. Andrew 30% atau Rp. 1,5 juta dan Tn. Ahmad Rp. 1 juta
- Bulan-2, para pemilik modal tidak mendapat bagian karena nihil keuntungan.
- Bulan-3 dengan keuntungan Rp. 10 juta, maka pembagiannya sebagai berikut:
Mr. Steve 30% x Rp. 10 juta - Rp. 2,5 juta (rugi bulan-1) = Rp. 500 ribu
Mr. Andrew 20% x Rp. 10 juta - Rp. 1,5 juta (rugi bulan-1) = Rp. 500 ribu
Tn. Ahmad 50% x Rp. 10 juta - Rp. 1 juta (rugi bulan-1) = Rp. 4 juta
Parameter Penentuan Porsi Bagi Hasil:
Seperti sudah saya jelaskan di atas bahwa tidak ada ketentuan baku mengenai porsi pembagian keuntungan karena benar-benar berdasarkan kesepakatan, tapi anda bisa menjadikan parameter ini menjadi acuan.
Trust Investment / Full Investment
- Pemilik modal selain berinvestasi, juga dapat berperan dalam pengawasan usaha, sedangkan pengelola dengan kompetensinya mengelola usaha tersebut secara amanah dan professional.
- Pembagian keuntungan (profit) akan dihitung berdasarkan aktual keuntungan usaha dengan porsi pembagian berdasarkan hasil negosiasi dan kesepakatan yang dituangkan dalam sebuah akad atau perjanjian usaha. Istilah ekonomi Islam porsi pembagian keuntungan disebut Nisbah.
- Bagaimana menentukan dan menghitung porsi pembagian keuntungan? Tidak ada ketentuan baku, tapi berdasarkan kesepakatan. Parameter perhitungan sebagai alat bantu dapat dilihat dalam bagian akhir tulisan ini.
- Pembagian keuntungan dihitung dari aktual laba atau rugi yang didapatkan dari usaha. Dalam istilah bisnis modern disebut Pofit & Loss Sharing. Profit atau Loss adalah selisih bersih dari total pendapatan dikurangi total biaya.
- Risiko kerugian usaha yang bukan disebabkan bisnis risk yang lazim dan bukan miss management dan atau pengelola usaha yang khianat, 100% menjadi tanggung jawab pemilik modal.
- Seluruh asset baik berupa tunai maupun non tunai, baik hasil pengadaan saat di awal usaha atau asset hasil pengadaan yang tumbuh hasil pengembangan usaha 100% hak pemilik modal.
- Apakah pengelola usaha mendapat gaji bulanan? jawabannya tentu saja tidak karena pengelola usaha akan mendapatkan imbalan dari hasil usaha.
- Kapan pembagian hasil usaha tersebut? Bisa harian, mingguan, bulanan, triwulan, semester atau tahunan tergantung kesepakatan.
Contoh Implementasi dan perhitungan Trust Investment:
Mr. Black sepakat menginvestasikan modal sebesar Rp. 100 juta dalam usaha rumah makan yang akan dikelola oleh Bpk Andri. Modal tersebut digunakan untuk sewa tempat, investasi peralatan dan modal kerja. Kesepakatan porsi pembagian keutungan adalah 60% untuk pengelola usaha dan atau 40% untuk pemilik modal.
Setelah berjalan 4 bulan usaha Rumah Makan tersebut Bpk Andri melaporkan omzet dan keuntungan kepada Mr. Black adalah sebagai berikut:
- Omzet bulan-1 Rp. 15 juta dengan kerugian sebesar Rp. 5 juta
- Omzet bulan-2 Rp. 30 juta dengan keuntungan Nol alias Break Even
- Omzet bulan-3 Rp. 40 juta dengan keuntungan bersih sebesar Rp. 10 juta
- Omzet Bulan-4 Rp. 50 juta dengan keuntungan bersih sebesar Rp. 20 juta
Maka perhitungan pembagian keuntungan atau kerugian sebagai berikut:
- Rugi bulan-1 Rp. 5 juta 100% tanggung jawab Mr. Steve
- Bulan-2, Mr. Black dan Bpk Andri mendapat nihil keuntungan.
- Bulan-3, Mr. Black = 40% x Rp. 10 juta - Rp. 5 juta
- Bulan-3, Bpk Andri = 60% x Rp. 10 juta = Rp. 6 juta.
- Bulan-4, Mr. Black = 40% x Rp. 20 juta = Rp. 8 juta
- Bpk Andri = 60% x Rp. 20 juta = Rp. 12 juta.
Bagaimana pembagian kepada 3 orang pengelola usaha? dihitung dari keuntungan hak pengelola modal dengan porsi pembagian masing-masing sesuai kesepakatan dengan parameter bedasarkan bobot peran anda dan rekan yang mengelola usaha.
Sharing Investment/Join Capital/Join Venture
Bentuk kerjasama yang kedua adalah Sharing Investment yang dalam istilah ekonomi syariah disebut Musyarakah/Syirkah yaitu "Sebuah bentuk kerjasama usaha antara dua pihak atau lebih dimana para pihak tersebut masing-masing menginvestasikan modal dan menunjuk salah satu pihak pemodal yang berkompeten untuk mengelola usaha tersebut" Dalam istilah ekonomi Islam para pihak disebut Syarik. Dalam istilah ekonomi modern sering disebut Join Capital atau Join Venture.
Bagaimana pembagian peran, keuntungan, risiko dan asset atas usaha berbasis Sharing Investment tersebut:
- Pemilik modal selain berinvestasi, juga dapat berperan dalam pengawasan usaha bahkan ikut mengelola.
- Pembagian keuntungan (profit) akan dihitung berdasarkan aktual keuntungan usaha dengan porsi pembagian berdasarkan hasil negosiasi dan kesepakatan yang dituangkan dalam sebuah akad atau perjanjian usaha. Istilah
- Bagaimana menentukan dan menghitung porsi pembagian keuntungan (Nisbah) Sharing Investment? Tidak ada ketentuan baku tapi berdasarkan kesepakatan.
- Pembagian keuntungan dihitung dari aktual laba atau rugi yang didapatkan dari usaha. Dalam istilah bisnis modern disebut Pofit & Loss Sharing. Profit atau Loss adalah selisih bersih dari total pendapatan dikurangi total biaya.
- Risiko kerugian usaya menjadi tanggung jawab bersama yang dibagi proporsioal berdasarkan jumlah modal yang di setorkan.
- Seluruh asset baik berupa tunai maupun non tunai, baik hasil pengadaan saat di awal usaha atau asset hasil pengadaan yang tumbuh hasil pengembangan usaha menjadi hak pemilik modal berdasarkan porsi kepemilikan setoran modal.
- Apakah pengelola usaha mendapat gaji? jawabannya bisa Ya atau Tidak. Bila Ya, maka porsi pembagian keuntungan proporsional berdasarkan modal yang disetor. Bila Tidak digaji, maka wajib diberikan tambahan imbalan kepada pengelola berupa tambahan porsi keuntungan dengan mengambil porsi keuntungan dari pemodal lain yang tidak ikut mengelola usaha.
- Kapan pembagian hasil usaha tersebut? Bisa harian, mingguan, bulanan, triwulan, semester atau tahunan tergantung kesepakatan.
Contoh Implementasi dan perhitungan Trust Investment:
Mr. Steve, Mr. Andrew dan Tn. Ahmad sepakat menginvestasikan modal dengan total sebesar Rp. 150 juta dalam usaha rumah makan yang akan dikelola oleh Tn. Ahmad. Porsi setoran modal para pihak adalah:
- Mr. Steve sebesar Rp. 75 juta atau 50% dari total modal sebesar Rp. 150 juta
- Mr. Andrew sebesar Rp. 50 juta atau 30%
- Tn. Ahmad sebesar Rp. 30 juta atau 20%
Modal sebesar Rp. 150 juta tersebut digunakan untuk sewa tempat, investasi peralatan dan modal kerja. Kesepakatan porsi pembagian keuntungan adalah sebagai berikut:
- Mr. Steve sebesar 30% bagian keuntungan
- Mr. Andrew sebesar 20% bagian keuntungan
- Tn. Ahmad sebesar 50% bagian keuntungan
Setelah berjalan 4 bulan usaha Rumah Makan tersebut Tn. Ahmad melaporkan omzet dan keuntungan kepada para pemilik modal sebagai berikut:
- Omzet bulan-1 Rp. 30 juta dengan kerugian sebesar Rp. 5 juta
- Omzet bulan-2 Rp. 50 juta dengan keuntungan Nol alias Break Even
- Omzet bulan-3 Rp. 60 juta dengan keuntungan bersih sebesar Rp. 10 juta
- Omzet Bulan-4 Rp. 75 juta dengan keuntungan bersih sebesar Rp. 25 juta
Maka perhitungan pembagian keuntungan atau kerugian sebagai berikut:
- Rugi bulan-1 Rp. 5 juta dibagi proporsional modal yaitu Mr. Steve 60% atau Rp.
2,5 juta, Mr. Andrew 30% atau Rp. 1,5 juta dan Tn. Ahmad Rp. 1 juta
- Bulan-2, para pemilik modal tidak mendapat bagian karena nihil keuntungan.
- Bulan-3 dengan keuntungan Rp. 10 juta, maka pembagiannya sebagai berikut:
Mr. Steve 30% x Rp. 10 juta - Rp. 2,5 juta (rugi bulan-1) = Rp. 500 ribu
Mr. Andrew 20% x Rp. 10 juta - Rp. 1,5 juta (rugi bulan-1) = Rp. 500 ribu
Tn. Ahmad 50% x Rp. 10 juta - Rp. 1 juta (rugi bulan-1) = Rp. 4 juta
Parameter Penentuan Porsi Bagi Hasil:
Seperti sudah saya jelaskan di atas bahwa tidak ada ketentuan baku mengenai porsi pembagian keuntungan karena benar-benar berdasarkan kesepakatan, tapi anda bisa menjadikan parameter ini menjadi acuan.
- Buat dan hitunglah proyeksi keuangan usaha berupa biaya, pendapatan, laba dan rugi secara sehat dan wajar sebagai gambaran kepada para pihak kondisi usaha yang akan di alami setelah usaha berjalan.
- Untuk bentuk kerjasama Trust Investment lazim dan sering terjadi kesepakatan porsi bagi hasil 60% untuk pengelola usaha dan 40% untuk pemilik modal.
- Khusus untuk Sharing Investement, bila pengelola usaha sekaligus pemilik modal menerima gaji bulanan seperti karyawan, maka porsi pembagian keuntungan paling fair adalah proporsional berdasarkan modal yang di setorkan, tapi bila pengelola usaha tidak menerima gaji, maka bagian keuntungan untuk pemilik modal sekaligus pengelola wajib lebih besar dari porsi setoran modalnya. Angka 10%-30% sebagai tambahan bagi hasil kepada pemilik modal sekaligus pengelola, lazim dan sering di sepakati dalam Sharing Investment. Tambahan bagi hasil tersebut pastinya di ambil dari bagian keuntungan pemilik modal lain yang tidak ikut mengelola usaha.
WAJIB DIPERHATIKAN
Tuangkanlah
kesepakatan kerjasama usaha tersebut dalam sebuah perjanjian/akad
tertulis dan bermeterai bahkan di hadapan notaris, dengan mencantumkan
seluruh pasal-pasal yang disepakati, exposure risiko serta semua hal
berkaitan dengan usaha tersebut sebagai pegangan para pihak bila suatu
saat terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Langganan:
Komentar (Atom)
